Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun

Perkembangan anak merupakan sesuatu yang penting untuk diikuti. Perkembangan anak meliputi banyak aspek mulai dari perkembangan fisik (berat dan tinggi badan), perkembangan mental, hingga memiliki kemampuan baru di setiap tahapan usia. Sifat perkembangan anak adalah bertahap serta berurutan, dan perkembangan sebelumnya menjadi dasar bagi selanjutnya.

Proses perkembangan ini penting bagi anak terutama untuk usia 0-5 tahun, karena apabila ada keterlambatan atau kelainan pada perkembangan anak akan berdampak buruk bagi masa depan anak. Maka dari itu perlu mengetahui tahap-tahap perkembangan anak. Cara memantaunya tidak hanya mengukur tinggi badan atau berat badan, tetapi juga memantau kemampuan motorik, bahasa, serta emosi anak.

Selengkapnya dapat disimak pada ulasan mengenai tahap-tahap perkembangan anak hingga usia 5 tahun, di bawah ini.

Usia 0-12 Bulan (Infant)

1. Umur 0-6 bulan
Pertumbuhan fisik
Pada bayi yang lahir cukup bulan berat badan akan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Berat badan bayi 0-6 bulan setiap minggunya berat badan akan bertambah 140-200 gr. Sedangkan panjangnya setiap bulannya bertambah +2,5 cm/bln.

Perkembangan motorik
Telapak tangannya menggenggam tidak kuat kecendrungan tangan kemulut, tangan tidak mengepal setiap saat, kadang-kadang tangan terbuka, melihat objek yang ada di atas kepalanya, ingin mendapat objek tersebut tetapi tidak bisa mengenggam walaupun sudah di tangan, dan pada umur 4-6 bulan, bayi akan lebih sering mengguling. Lebih dapat menahan berat badan pada saat didudukan, mulai mengambil benda tapi sering lepas dengan menggunakan tangan mengepal, akan menyokong berat badan pada saat posisi tengkurap.

Perkembangan bahasa 
Pada umur 0-3 bulan bayi akan menangis, bermain dengan suara tenggorokan dan mulai belajar vocal. Pada umur 3-6 bulan bayi akan mencari suara yang adsa diruangan, mangarahkan pandangan kepada arah suara.

Perkembangan kognitif
Pada umur 0-3 bulan memiliki refleks dan tingkah laku yang halus, mul;ai mengulang gerakan yang menyenangkan (menghisap ibu jari). Pada umur 3-6 bulan bayi akan mengenali wajah objek yang lama, ketrampilannya akan bertambah seperti menggenggam dan mengunyah.

2. Umur 6-12 bulan
Pertumbuhan fisik
Berat badan bayi umur 6-12 bulan menjadi tiga akalidari berat badan bayi waktu lahir dalam satu tahun pertma, berat badan ini mengalami pertambahan 85 sampai 140 gr/minggu, sedangkan tingggi badannya bertambah +1,25 cm (0,5 inc/bln). Panjang bayi akan meningkat kira-kira 50% pada akhir pertumbuhan pertama.

Perkembangan motorik
Bayi dapat memindahkan objek dari suatu tangan ketangan yang lain, sudah dapat menggapai objek dan menggenggam dengan baik, dapat berdiri dengan dipegangi, dapat duduk sendiri tanpa dibantu, dapat merangkak, dan berjalan sambil berpegangan.

Perkembangan bahasa
Bayi dapat tertawa dan berteriak, dia dapat menikmati suaranya sendiri, berbicara dengan mainan, mengucapkan kata-kata kombinasi (mama, papa)

Perkembangan kognitif
Bayi dapat meniru suara dan gerakan tangan sederhana melihat objek dan tertarik menjatuhkannya, berkembang kesadaran adanya arti dan akhir dai hubungan, menunjukan pertambahaan perilaku.

Perkembangan psikososial
Bayi dan tahap oral, sebaiknya kebutuhan dipenuhi dengan segera, untuk membangun kepercayaan dapat dilakukan dengan sentuhan, kehangatan dan kelembutan.
Bayi juga dapat bermain dengan orang lain dapat dimotivasi dengan keinginan bersenang-senang dan mendapatkan kesenangan yang berhubungan dengan orang lain.

 Usia 1-3 Tahun (Toodlers)

Pertumbuhan fisik
Pada bayi berat badan akan meningkat 4 kali pada umur 2,5 tahun dimana setiap tahu akn bertanbah 2-3 kg sedangkan tinggi badan bertambah panjang kira-kira 50% dari panjang badan umur 1 tahun umtuk tahun keduanya. Sedangkan pada umur ke-3 penambahan sekitar 6-8 cm.

Perkembangan motorik
Anak pada usia 12-18 bullan dapat berdiri sendiri, berjalan dengan tegak, dapat menumpuk 2 balok keatas, minum dengan cangkir, buang air kecil lebih teratur. Sedangkan pada umur 18-24 bulan sudah dapat duduk sendiri pada kursi yang kecil, mendorong dan menarik bola kedepan, menyusun bangunan 3-4 balok, menggunakan sendok makan tanpa jatuh , mencoba membuat garis. Untuk umur 2-3 tahun dapat berjalan berjinjit, menyusun 7-8 balok, memegang pensil dengan baik, naik tangga, menaruh pensil kedal;am botol, memakai sepatu sendiri.

Perkembangan bahasa
Pada usia 12-18 bulan suara lebih keras, menggelengkan kepala saat tidak setuju, mengatakan kata-kata sederhana secara berulang-ulang, pada umur 18-24 bulan dapat menyebutkan bagian tubuh dan nama benda, menggunakan kata tunggal, mengikuti langsung contoh kalimat, sedangkan pada umur 2-3 tahun dapat mengetahui satu warna, menyebutkan nama lengkap, nama panggilannya sendiri, mengerti arti lelah dan lapar, aktif bertanya dan berbicara, serta penambahan artikulasi.

Perkembangan kognitif
Pada umur 3 tahun dia dapat bermain imajinasi sendiri, mengetahui jenis kelamin sendiri, dapat memanjat dengan kaki bergantian, malatakkan kedua kakinya pada masing-masing tangga sambil melompat. Anak-anak pada usia 3 tahun mempunyai keinginan yang besar untuk bebas melakukan hal-hal yang disukainya. Pada umur 4 tahun dia dapat mengerti panjang dan pendek, berat dan ringan dapat meneruskan imajinasi dan bercerita mencakup fantasi dan realita, dapat menuliskan nama lengkap, dapat menyebutkan umurnya sendiri, anak laki-laki pada usia ini sering bertengkar secara fisik meliputi menendang, memukul, menggigit, sedangkan anak perempuan lebih suka berteriak pada temannya ketika tidak setuju. Sedangkan pada usia 5-6 tahun dia dapat mengidentifikasikan warna, mulai lancar untuk berbicara mengklasifikasikan benda menurut karakteristiknya.
Stimulasi tumbuh kembang adalah kegiatan untuk merangsang kemampuan dan tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh ibu dan keluarga untuk membantu anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
Hal-hal yang diperhatikan dalam pemberian STIMULASI tumbuh kembang anak yaitu: Mengajar/melatih anak dalam berbagai kegiatan seperti; bermain, berlari, menari, menulis, menggambar, makan/minum sendiri, membantu orang tua, menghitung dan membaca. Pemberian stimulasi dilaksanakan secara bertahap, berkelanjutan dan terus menerus. Menggunakan benda atau barang/alat yang ada disekitar anak dan tidak berbahaya bagi anak. Jangan memaksa apabila anak tidak mau melakukan kegiatan stimulasi demikian pula bila anak sudah bosan. Beri pujian setiap anak berhasil melakukan kegiatan stimulasi yang sesuai dengan tingkat umurnya. Stimulasi dilakukan dengan penuh kasih sayang dan dalam suasana yang menyenangkan.

Usia 3-4 tahun
Di usia 3 tahun, anak sudah dapat menunjukkan rasa sayang dan perhatian terhadap orang di sekitarnya. Anak juga sudah memiliki banyak emosi yang bervariasi, dapat berpakaian sendiri, dapat menyebutkan nama-nama benda-benda di sekitarnya, dapat diajak bercakap-cakap dan memahami isi percakapan dengan cukup baik, serta mulai memahami konsep jumlah.

Menginjak usia 4 tahun, anak sudah dapat bekerjasama dengan teman dan lebih senang bermain bersama teman dibandingkan dengan bermain sendiri. Anak juga sudah dapat mengucapkan kalimat panjang, berbicara dengan jelas, memahami konsep sama/berbeda, dapat berhitung, senang berimajinasi, serta mulai dapat menyanyikan lagu-lagu yang dikenalnya.

Pemantauan Perkembangan Anak Usia 3–4 Tahun
Pada usia 4 tahun anak sudah bisa melakukan :

  • Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga;
  • Berjalan pada jari kaki (berjinjit);
  • Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri;
  • Menggambar garis silang;
  • Membuat gambar lingkaran;
  • Menggambar orang hanya kepala dan badan;
  • Mengenal sedikitnya satu warna;
  • Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya;
  • Mematuhi peraturan permainan sederhana.

Jika ada yang belum dapat dikerjakan anak, maka yang ibu perlu lakukan adalah memberi stimulasi lebih sering stimulasi dini yang bisa dilakukan dirumah. Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang diperkirakan mampu dia kerjakan, misalnya:

  • Melompat dengan satu kaki
  • Latih anak cara memotong/ menggunting gambar-gambar, mulai dengan gambar besar
  • Latih anak mengancingkan kancing baju
  • Latih anak dalam sopan santun, misalnya berterima kasih, mencium tangan dan sebagainya.

Usia 4-5 tahun
Pada usia ini, anak mulai ingin seperti temannya dan menjadi lebih mandiri. Anak juga mulai suka menyanyi, menari, dan berakting. Saat berbicara, tutur katanya sudah jelas dengan kalimat yang panjang dan berstruktur. Anak juga sudah dapat menulis angka dan huruf serta menggambar bentuk-bentuk geometri.

Pemantauan Perkembangan Anak Usia 4–5 Tahun
Pada usia 5 tahun anak sudah bisa melakukan :

  • Melompat dengan satu kaki dan menari
  • Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan
  • Menggambar segi empat dan segi tiga
  • Bicara dengan baik/pandai bicara
  • Dapat menghitung jari-jarinya
  • Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
  • Mengenal minimal 4 warna
  • Membedakan besar dan kecil
  • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dalam cerita
  • Mencuci tangan sendiri.

Stimulasi dini yang dapat dilakukan di rumah untuk anak usia 4-5 tahun. Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang diperkirakan mampu dia kerjakan, misalnya :melompat tali, main engklek, dsb. Melatih anak melengkapi gambar misalnya : menggambar baju pada gambar orang atau menggambar pohon, bunga pada gambar rumah, dsb. Jawablah pertanyaan anak dengan benar, jangan membohongi atau menunda jawabannya. Ajak anak dalam aktivitas keluarga seperti berbelanja ke pasar, memasak, membetulkan mainan.

Itulah tahap-tahap perkembangan anak usia 0-5 tahun. Perlu diingat bahwa perkembangan anak tidaklah sama, perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu:

  • Faktor genetik, merupakan faktor keturunan secara genetik dari orang tua kepada anaknya. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang hidup manusia, dapat menentukan beberapa karkteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata,  pertumbuhan fisik, dan beberapa keunikan sifat dan sikap tubuh seperti temperamen.
  • Faktor lingkungan
  • Faktor status sosial ekonomi, bila anak yang lahir dengan status ekonomi yang mencukupi biasanya gizinya tecukupi, dibandingkan status ekonomi yang rendah.
  • Faktor nutrisi, nutrisi sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang si buah hati.
  • Faktor kesehatan, Pada anak dengan kondisi tubuh yang sehat, percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah. Namun sebaliknya, apabila kondisi status kesehatan kurang baik, akan terjadi perlambatan.

Jadi, tahap di atas merupakan dasar perkembangan anak pada umumnya.[]

You may also like...