Konsep-konsep Ontologi

Konsep-konsep yang berkembang dalam ontologi dapat dirangkum menjadi 5 konsep utama, yaitu: 1) Umum dan tertentu; 2) Kesengajaan (substance) dan ketidaksengajaan (accident); 3) Abstrak dan kongkrit; 4) Esensi dan eksistensi; 5) Determinisme dan indeterminisme

Umum (universal) dan Tertentu (particular)

Umum (universal) adalah sesuatu yang pada umumnya dimiliki oleh sesuatu, misalnya: karakteristik dan kualitas. “Umum” dapat dipisahkan atau disederhanakan melalui cara-cara tertentu. Sebagai contoh, ada dua buah kursi yang masing-masing berwarna hijau, maka kedua kursi ini berbagi kualitas “berwarna hijau” atau “menjadi hijau”.

Tertentu (particular) adalah entitas nyata yang terdapat pada ruang dan waktu. Contohnya, Socrates (guru dari Plato) adalah tertentu (particular), seseorang tidak dapat membuat tiruan atau kloning dari Socrates tanpa menambahkan sesuatu yang baru pada tiruannya.

Substansi (substance) dan Ikutan (accident)

Substansi adalah petunjuk yang dapat menggambarkan sebuah objek, atau properti yang melekat secara tetap pada sebuah objek. Jika tanpa properti tersebut, maka objek tidak ada lagi.

Ikutan (accident) dalam filsafat adalah atribut yang mungkin atau tidak mungkin dimiliki oleh sebuah objek. Menurut Aristoteles, “ikutan” adalah kualitas yang dapat digambarkan dari sebuah objek. Misalnya: warna, tekstur, ukuran, bentuk dan sebagainya.

Abstrak dan Kongkrit

Abstrak adalah objek yang “tidak ada” dalam ruang dan waktu tertentu, tetapi “ada” pada sesuatu yang tertentu, contohnya: ide, permainan tenis (permainan adalah abstrak, sedang pemain tenis adalah kongkrit). Kongkrit adalah objek yang “ada” pada ruang tertentu dan mempunyai orientasi untuk waktu tertentu. Misalnya: awan, badan manusia.

Esensi dan eksistensi

Esensi adalah adalah atribut atau beberapa atribut yang menjadi dasar keberadaan sebuah objek. Atribut tersebut merupakan penguat dari objek, jika atribut hilang maka objek akan kehilangan identitas. Eksistensi (existere: tampak, muncul. Bahasa Latin) adalah kenyataan akan adanya suatu objek yang dapat dirasakan oleh indera.

Determinisme dan indeterminisme

Determinisme adalah pandangan bahwa setiap kejadian (termasuk perilaku manusia, pengambilan keputusan dan tindakan) adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian kejadian-kejadian sebelumnya. Indeterminisme merupakan perlawanan terhadap determinisme.

Para penganut indeterminisme mengatakan bahwa tidak semua kejadian merupakan rangkaian dari kejadian masa lalu, tetapi ada faktor kesempatan (chance) dan kegigihan (necessity). Kesempatan (chance) merupakan faktor yang dapat mendorong terjadinya perubahan, sedangkan kegigihan (necessity) dapat membuat sesuatu itu akan berubah atau dipertahankan sesuai asalnya. []

You may also like...