Kesalahan Logika

Sebagian orang tentu pernah mengikuti sebuah debat formal atau profesional maupun debat dalam skala kecil dan informal di dunia maya? Mungkin saja dalam debat tersebut, saat seseorang merumuskan pendapat, kemudian disangkal dengan bahasa dan istilah asing nan keren, semacam argumentum ad hominem oleh lawan debat. Argumentum ad hominem adalah salah satu cacat logika (logical fallacy) paling populer, bahkan yang sering dilakukan saat mengikuti debat mini di sebuah forum daring.

Kesalahan Logika atau Logical Fallacy merupakan kesalahan penalaran dalam berargumen dan menanggapi argumen. Kesalahan Logika ini sangat sering dilakukan (secara tidak sengaja) oleh orang-orang yang kemampuan menalarnya kurang dan juga sangat sering digunakan (secara sengaja) oleh orang-orang tertentu,media tertentu, untuk membenarkan argumennya dan mempengaruhi orang lain. Sebagai orang yang berpendidikan maka kita harus memahami apa-apa saja yang tergolong Logical Fallacy, Berikut ini jenis-jenis kesalahan logika beserta contoh:

1) Rombongan Kereta (Bandwagon)
Kesalahan ini terjadi ketika kita menganggap sesuatu itu benar hanya karena banyak orang juga mempercayai atau melakukan hal yang sama.
X: Aduh mas, jangan bawa motor ke atas trotoar dong… Ini tempat pejalan kaki
Y: Yaelah mbak… semua motor juga gitu, bukan saya doang.

2) Ad Hominem
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang tidak membantah isi argumen, melainkan justru menyerang hal-hal pribadi lawan yang tidak ada hubungannya dengan argumen yang sedang dibicarakan.
X: …berdasarkan alasan yang sudah dipaparkan, maka kita harus melindungi lahan gambut dari kerusakan
Y: Halah.. cewek jomblo jerawatan, hobi nonton drama korea kayak kamu, ngerti apa sihh!?

3) Penalaran Berputar (Circular Reasoning)
Kesalahan ini terjadi ketika argumen seseorang mengandung asumsi atau pembuktian yang berputar.
Papa saya tidak mungkin salah karena dia hebat <> Papa saya hebat karena dia tidak pernah salah 

4) Ambigu
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang mencari-cari celah pada kata atau kalimat yang bersifat ambigu/bisa diartikan lain.
– KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK –
Y: Ooh… berarti di sini bebas merokok dong ya…

5) Beban Pembuktian (Burden of Proof)
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang tidak menyediakan bukti atas klaimnya, melainkan justru meminta lawan untuk mencari bukti bahwa klaimnya yang salah. Padahal dialah yang semestinya bertanggungjawab menyediakan bukti di awal atas klaimnya tersebut.
Y: Mama, aku dapat wahyu untuk bermain game 8 jam sehari demi perdamaian dunia
X: Oh ya? Apa buktinya??
Y: Tanya sama Tuhan, Ma, kalo gak percaya…

6) Kesalahan Argumen (Argument from Fallacy)
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang menemukan klaim yang memiliki kesalahan argumen, kemudian dia menganggap bahwa klaimnya juga pasti salah secara keseluruhan. Padahal bisa saja klaim itu benar karena ada alasan-alasan lainnya.
X: Jangan menebang hutan sembarangan… nanti penghuninya marah lho…
Y: Yah si eneng, hari gini masih percaya tahayul aja…

7) Sebab Palsu (False Cause)
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang menyimpulkan sebab suatu kejadian secara keliru, karena mengasumsikan bahwa segala sesuatu yang terjadi secara bersamaan sebagai hubungan sebab akibat.
Y: Data ini menunjukkan bahwa omset penjualan novel Dilan 1990 berbanding lurus dengan jumlah bolos sekolah. Jadi bisa disimpulkan, novel Dilan 1990 menyebabkan bolos sekolah.

8) Hitam Putih (Black or White)
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang membuat asumsi di awal bahwa hanya ada dua pilihan atau kemungkinan saja. Sementara bisa jadi masih banyak kemungkinan lainnya.
X: Cuma aku yang benar! Kamu salah!
Y: Kamu itu yang salah! Udah jelas aku yang paling benar!
Z: Hmm… gimana kali kalian berdua sama-sama salah!?

9) Titik Tengah (Middle Ground)
Kesalahan ini terjadi ketika seseorang menemukan dua pendapat yang berlawanan, lalu berasumsi bahwa yang benar adalah titik tengah di antara keduanya. Padahal mungkin saja satu pendapat memang betul-betul keliru, sementara yang lainnya benar.
X: Terapi di klinik Abu Gosok bisa menyembuhkan kanker!
Y: Itu hoax, penipuan! Tidak ada bukti dan datanya sama sekali. Justru ada banyak korbannya
Z: Hmm… jadi kesimpulannya, terapi di klinik Abu Gosok bisa menyembuhkan kanker, tetapi tidak semuanya.

10) Keraguan Pribadi (Personal Incredulity)
Kesalahan ini terjadi ketika kita gagal memahami suatu konsep yang cukup rumit bagi orang awam, misalnya teori-teori tertentu dalam fisika atau biologi, lalu kita menganggapnya tidak masuk akal.
Y: Mana mungkin bumi bulat? Kalau bumi itu bulat, pesawat atau burung yang terbang lurus harusnya bisa sampai ke luar angkasa dong!? Hayooo… terus penguin di kutub selatan harusnya jatuh tuh…

Itulah beberapa jenis kesalahan logika yang sering terjadi di masyarakat, Terkadang kita melakukan/mempraktekannya tanpa kita sadari maupun kita sadari namun dengan tujuan menyerang argumen orang lain. Namun memahami kesalahan-kesalahan dalam berlogika bukan berarti menjadi benar secara argumen dan opini, karena logika bukanlah satu-satunya faktor penentu kebenaran. []

Sumber: http://saintif.com

You may also like...